Yang Terjadi Jika Sistem Pendidikan Nomor Satu di Dunia Diterapkan di Indonesia

Yang Terjadi Jika Sistem Pendidikan Nomor Satu di Dunia Diterapkan di Indonesia – Tahukah Anda pengertian pendidikan? Pengertian pendidikan bisa ditelusuri dengan pengetahuan dan sebaliknya pengertian pendidikan juga dapat ditelusuri melalui pengetahuan umum.

Sebab bagaimanapun pendidikan mempunyai kaitan yang kuat terhadap pengetahuan. Kemudian perlu diketahui bahwa pengetahuan merupakan jalur alternatif yang sangat dibutuhkan orang banyak. Bahkan menjadi motivasi terbesar dalam menjalani proses pendidikan. idnpoker

Akan tetapi disini apa saja sih yang mendukung pengertian pendidikan itu terhadap pengetahuan?  Kemudian bagaimana kaitan pendidikan terhadap ilmu pengetahuan? Berikut ini adalah beberapa pengertian pendidikan secara merata, yang dapat memudahkan pemahaman dalam mengetahui tentang pendidikan.

Yang Terjadi Jika Sistem Pendidikan Nomor Satu di Dunia Diterapkan di Indonesia

Pengertian Pendidikan Secara Umum

Pengertian pendidikan yaitu suatu proses pembelajaran pengetahuan, kemampuan serta keterampilan yang dilihat dari kebiasaan setiap orang, yang menjadi bahan warisan dari orang sebelumnya hingga sekarang.

Disini dijelaskan bahwa pengertian pendidikan sangat diperlukan dalam penunjang pengetahuan serta penelitian ataupun pelatihan.

Ada yang mengatakan bahwa pendidikan ialah suatu usaha sadar dengan cara yang sistematis dan dinamis. Hal ini sebagai tujuan mewujudkan pembelajaran serta meningkatkan potensi dari setiap peserta didik.

Pengertian Pendidikan Secara Terminologi

Menurut kamus besar bahasa indonesia pengertian pendidikan adalah sebuah proses ataupun tahapan dalam pengubahan sikap serta etika maupun tata laku seseorang atau kelompok dalam orang untuk meningkatkan pola pikir manusia melalui pengajaran dan pelatihan serta perbuatan yang mendidik.

Hal tersebut berkaitan dengan tujuan dari pendidikan bahwa arti pendidikan bukan hanya sebagai proses ataupun sistem transfer knowledge saja akan tetapi pendidikan juga sebagai proses pengubahan etika, norma ataupun akhlak dari setiap peserta didik.

Pengertian Pendidikan Menurut Undang-Undang Dasar

Pada Undang-Undang Dasar yang tertera pada No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mengemukakan bahwa, pengertian pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa dapat menjadi aktif dalam mengembangkan pola pikir dirinya untuk mempunyai kekuatan nilai religius, mengontrol diri, jati diri, etika, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Maksudnya ialah suatu kesadaran manusia dalam dalam berusaha untuk mewujudkan sistematis pembelajaran yang aktif dan efisien. Kemudian pendidikan juga sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, menggali potensi diri, dan mengetahui jati diri serta membekali diri dalam hidup bermasyarakat.

Pelajar di Indonesia pastinya sangat akrab dengan yang namanya PR atau pekerjaan rumah, peringkat kelas dan Ujian. Ya, ketiga hal tersebut merupakan bagian dari kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia. Menariknya, tiga hal tersebut tidak pernah ada di Finlandia. Dan lihat apa jadinya, negara Finlandia ini menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Coba bandingkan dengan Indonesia.

Jadi kenapa tidak mencontoh Finlandia saja? Kita terapkan semua kurikulum di Finlandia pada negara kita. Mungkin semua anak didik yang ada di Indonesia akan memiliki nilai di atas rata-rata. Pastinya tidak akan semudah membalikkan telapak tangan, bakal ada plus dan minus dari perubahan sistem pendidikan yang mendadak itu. Dan berikut ini adalah beberapa hal yang akan terjadi jika kita langsung menerapkan pola pendidikan nomor satu di dunia itu pada pendidikan Indonesia:

1. Semua penduduk lulusan sarjana

Kurang lebih seperti itulah yang terjadi, pasalnya semua biaya sekolah tanggung oleh pemerintah. Selain itu, sudah tidak ada lagi namanya sekolah berlabel swasta, sebab semua sekolah akan dikelola oleh negeri. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, semua anak tidak terkecuali dapat merasakan rasanya masuk di perguruan tinggi. Jadi tidak ada lagi para pengamen kecil atau anak-anak jalanan.

Hal ini juga mengurangi adanya eksploitasi anak yang marak terjadi di Indonesia. Semua anak yang lulus akan memperoleh gelar sarjana, tapi tergantung sih pasalnya juga ada sekolah khusus kejuruan bagi mereka yang tidak berminat untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi.

2. Tidak adanya peringkat, membuat efek yang berbeda

Dihapusnya sistem peringkat dapat membuat para siswa tambah rajin atau malah sebaliknya. Masalahnya, sistem peringkat ini telah lama digunakan oleh Indonesia sejak zaman dulu, takutnya jika sistem ini dihilangkan maka akan terjadi shock pada para siswa. Untuk mendapatkan peringkat tertinggi, siswa menjadi terpacu dan terus belajar ada bersaing dalam 10 besar. Tapi bila diubah begitu saja, anak yang pintar menjadi malas dalam belajar karena kehilangan motivasi diri.

Akan tetapi hal tersebut bisa saja diantisipasi jika digunakan perubahan yang bertahap. Bagi anak yang sering mendapat peringkat rendah atau sering tidak naik kelas, ini merupakan hal bagus. Pasalnya mereka bisa tenang karena tidak akan lagi mendapat marah dari orang tua serta rasa malu akibat nilai mereka yang buruk. Selain itu, hal tersebut membuat para siswa jadi lebih kreatif. Pasalnya tidak ada nilai khusus yang harus mereka capai sehingga mereka dapat berkembang dengan cepat. Itulah hal baik dan buruk yang bisa saja terjadi.

3. Karena tanpa ujian, banyak yang bolos tapi standar kualitas meningkat

Meskipun ada ujian yang bertujuan untuk memotivasi anak agar belajar saja masih banyak yang berani bolos, bagaimana kalau tidak ada ujian. Pastinya akan lebih banyak lagi siswa yang berani untuk melakukannya. Siswa akan merasa sangat bebas karena tidak ada lagi keterikatan mereka harus lulus dalam nilai tertentu. Mungkin kita akan melihat banyak warnet akan penuh di jam-jam sekolah dan banyak siswa akan mengambil jatah liburnya. Akan tetapi di sisi lain, kualitas pelajarnya akan meningkat pesat. Karena setiap guru memberikan perlakuan berbeda pada masing-masing murid. Alhasil murid akan dapat mengembangkan bakat yang ia miliki.

Tidak ada lagi namanya salah jurusan yang ada di Indonesia dan jelas kualitas SDM-nya akan sangat tinggi. Pelajar lulusan Indonesia akan menjadi percontohan bagi negara-negara sekitar seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Dan mungkin akan banyak orang luar negeri yang menyekolahkan anaknya di Indonesia.

Yang Terjadi Jika Sistem Pendidikan Nomor Satu di Dunia Diterapkan di Indonesia 1

4. Kesejahteraan guru meningkat dan menjadi profesi favorit

Pastinya untuk menerapkan seperti kurikulum di Finlandia, kualitas guru juga harus ditingkatkan. Minimal pendidikan minimal untuk menjadi seorang guru adalah S2. Dengan begitu, semua lulusan di Indonesia akan memiliki kualitas yang terjamin. Bukan hanya itu, bayaran seorang guru tidak akan lagi seperti sekarang.

Profesi guru akan sepadan dengan pekerja-pekerja bergengsi seperti dokter dan tentara. Dan pastinya bayarannya bukan sembarangan seperti sekarang. Bukan suatu yang mustahil jika para siswa kelak banyak memiliki cita-cita menjadi seorang pengajar.

Meskipun ingin meniru sistem pendidikan nomor satu di dunia, tapi  butuh proses yang lama dalam implementasiannya. Masalahnya sistem di Indonesia pendidikannya sudah mengakar, bukan berarti tidak bisa diubah, hanya butuh waktu agar berjalan lancar. Apapun caranya, kita cuma ingin yang terbaik bagi para pelajar Indonesia.