Sistem Pendidikan di Afrika Selatan

Sistem Pendidikan di Afrika Selatan – Uni Afrika Selatan atau Republik Afrika Selatan adalah sebuah negara di Afrika bagian selatan. Afrika Selatan bertetangga dengan Namibia, Botswana dan Zimbabwe di utara, Mozambik dan Swaziland di timur laut. Keseluruhan negara Lesotho terletak di pedalaman Afrika Selatan.

Di negara Afrika Selatan, masa persekolahan adalah selama 13 tahun – atau tingkat. Namun, tahun pertama pendidikan atau tingkat 0 dan 3 tahun terakhir yaitu dari tingkat 10 hingga tingkat 12 (juga dipanggil “matric”) tidak diwajibkan. Kebanyakan sekolah dasar menawarkan tingkat 0. Tetapi tingkat ini juga dapat dibuat di TK. Lazimnya untuk memasuki universitas, seseorang wajib lulus “matric” dengan minimum tiga mata pelajaran tingkat tinggi dan bukan sekedar lulus (standar). Malah beberapa universitas prestisius akan mengenakan syarat akademik yang lebih tinggi. Meskipun begitu, mereka yang lulus “National Senior Certificate” layak untuk belajar di “Technikon” atau kampus teknikal. idn play

Sistem Pendidikan di Afrika Selatan

Di bawah sistem apartheid, sistem pendidikannya dirangka berdasarkan warna kulit yaitu kementerian yang berbeda untuk pelajar kulit putih, berwarna, Asia, dan kulit putih hitam di luar Bantustan. Pengasingan ini sudah menghasilkan 14  kementerian pendidikan yang berbeda di negara ini.

Strukturalisasi sistem pendidikan selepas era-apartheid merupakan tantangan yang besar bagi pemerintah negara ini. Pemerintah baru telah membentuk suatu sistem pendidikan nasional tanpa diskriminasinkaum tetapi menggabungkan 14 kementerian pendidikan merupakan tugas yang sukar. Oleh karena itu pada Februari 1996, Kementerian Pendidikan telah meluncurkan suatu kurikulum baru yang dinamakan “Curriculum 2005”. Kurikulum ini yang akan menggantikan dasar pendidikan berdasarkan apartheid, akan memberi tumpuan kepada hasilnya yaitu pelajar akan menjadi lebih proaktif dalam lingkungan di sekitarnya dan juga di dalam masyarakat. Untuk mencapai obyektif ini, pada 1999 pemerintah telah menyediakan 5,7 persen anggaran belanja untuk sektor pendidikan termasuk membangun 2.000 sekolah-sekolah baru, 65.000 ruang kelas yang baru dan beralatan lengkap sejumlah 60.000 guru-guru yang terlatih dan 50juta buku teks yang dicetak.

Ketika 2004, Afrika Selatan mempunyai 366.000 guru dan hampir 28.000 sekolah-sekolah termasuk 390 sekolah khusus dan 1.000 sekolah swasta. Dari jumlah ini, 6.000 adalah sekolah tinggi (tingkat 7 hingga tingkat 12) dan selebihnya adalah sekolah dasar (tingkat 1 hingga tingkat 6).

Afrika Selatan pun memiliki suatu sistem pendidikan tinggi yang maju, yang juga dipisahkan mengikut ras sewaktu era apartheid. Pada 1995 terdapat 385.000 pelajar yang belajar di 21 universitas dan 190.000 pelajar di “technikon” (Institut teknikal atau vokasional). Hampir 37 persen adalah dari golongan kulit putih. Tetapi, sejak 1994, penyertaan pelajar kulit hitam di universitas-universitas yang dikhususkan untuk pelajar kulit putih telah bertambah secara mendadak. Biaya belajar di Afsel relatif mudah, terutama untuk kebutuhan pokok karena semua sudah disubsidi oleh pemerintah. Biaya kuliah satu semester bagi perguruan tinggi negeri sekitar 200-400 dolar AS, sedangkan untuk swasta 1.000-2.500 dolar AS.

Biaya akomodasi pelajar sangat beragam, dari 100 – 1.000 dolar AS per bulan. Pada tarif 100-200 dolar AS per bulan sudah cukup memadai. Fasilitas yang diperoleh antara lain satu kamar tidur dengan kamar mandi di dalam, juga dapur. Fasilitas pelajar juga sangat diutamakan. Bahkan, pelajar di sini banyak mendapat kemudahan berupa pemotongan harga 20-70 persen untuk mengunjungi tempat-tempat rekreasi seperti bioskop, museum, teater, perpustakaan, bahkan untuk membeli buku dan peralatan belajar lainnya.

Sistem persekolahan di Afrika Selatan terdiri atas dua macam bentuk, yaitu :

1. Pendidikan melalui persekolah Formal (Education), pendidikan yang pertama ini dilakukan melalui suatu lembaga persekolahan pada umumnya. Ada yang didirikan oleh negara dan ada juga oleh Swasta.

2. Pendidikan melalui Pelatihan (Training), pendidikan ini dilakukan melalui suatu lembaga bukan merupakan suatu lembaga persekolahan tapi melalui suatu kegiatan pelatihan yang dilakukan seperti pendidikan Kejar Paket A di Indonesia.

Kedua bentuk sistem persekolahan tersebut dijalankan dalam tiga tingkatan yakni:

1. Pendidikan dan Pelatihan Umum/Dasar (General Education and Training)

2. Pendidikan dan Pelatihan Lanjutan (Further Education and Training)

3. Pendidikan dan Pelatihan Tinggi (Higher Education and Training).

Dalam pengajaran pendidikan kewarganegaraan di persekolahan terdapat tiga fase pengajaran yaitu:

1. Tingkat Dasar, diajarkan selama tiga tahun yang memiliki tiga aktivitas kegiatan pembelajaran yaitu : Kemelekan; Kemampuan dan Keterampilam hidup

2. Tingkat Lanjutan, diajarkan selama tiga tahun yang berisikan materi pendidikan Kewargaan sebagai bagian dari seni dan kebudayaan, Orientasi hidup, dan Pendidikan Sosial.

3. Tingkat Senior untuk kelas tujuh sampai sembilan yang berisikan Orientasi hidup, kemanusiaan dan ilmu pengetahuan sosial sebagai bagian utama bagi pendidikan untuk demokrasi dan kewargaan.

Sistem Pendidikan di Afrika Selatan

Dengan demikian Pendidikan Kewarganegaraan secara kerangka Sistemik diajarkan dalam tingkatan fase-fase dan hanya diberlakukan secara nasional pada tingkat pendidikan dasar saja selanjutnya ditentukan oleh lembaga pendidikan yang bersangkutan.

– Sistem Pendidikan Tinggi di Afrika Selatan

Sistem pendidikan Afrika Selatan sudah mengembangkan kembali fokusnya untuk membantu lulusan mencapai daya saing global dan multikultural – dalam beberapa hal, hasil alami dari populasi yang beragam di Afrika Selatan. Dengan desakan yang ada saat ini untuk meningkatkan infrastruktur mereka, universitas-universitas Afrika Selatan juga memainkan peran yang lebih besar dalam pembangunan negara, menangani kebutuhan mendasar Afrika Selatan: memaksimalkan inovasi, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja. Bersamaan dengan itu, sekolah-sekolah Afrika Selatan mencari solusi untuk masalah-masalah internasional seperti perubahan iklim, yang dicapai melalui pengajaran, penelitian, dan penjangkauan komunitas.

Sepihak besar mahasiswa pendidikan tinggi di Afrika Selatan belajar di salah satu dari banyak universitas negeri di negeri ini. Universitas negeri menawarkan berbagai kualifikasi termasuk diploma, sertifikat nasional, sarjana, dan gelar pascasarjana. Sejak pertengahan 1990-an, universitas negeri di Afrika Selatan telah bertambah dua kali lipat jumlah siswa.

Afrika Selatan merupakan tempat yang ideal untuk mempelajari tantangan negara berkembang dan Afrika sendiri. Pendidikan program studi di Afrika Selatan sering mengenakan biaya lebih rendah daripada banyak negara maju untuk kualifikasi yang sangat baik. Selain daripada itu, siswa yang terdaftar dalam program pendidikan di Afrika Selatan memiliki kesempatan unik untuk berkolaborasi dengan para ulama lokal yang diakui secara internasional di bidang spesialisasi mereka.

– Ingin merasakan pendidikan di Afrika Selatan?

Dengan populasi multietnis, sebelas bahasa nasional, dan beragam lanskap fisik dan satwa liar, Afrika Selatan mewujudkan keragaman. Siswa yang mencoba menambahkan sedikit petualangan ke kurikulum mereka akan, oleh karena itu, menemukan Afrika Selatan tujuan studi yang ideal di luar negeri. Jangan lewatkan mendaki Gunung Meja, jelajahi Rute Taman yang terkenal, atau berjemur di salah satu pantai indah di Afrika Selatan!

Tapi, itu tidak semua kesenangan dan permainan. Universitas di Afrika Selatan menawarkan program gelar yang tak terhitung yang dimaksudkan untuk menantang siswa dan meningkatkan pilihan karir masa depan mereka. Sejak berakhirnya apartheid, pendidikan tinggi di Afrika Selatan sangat penting karena dedikasinya untuk menghasilkan warga yang bertanggung jawab dan sadar sosial. Tidak mengherankan jika para siswa mulai menyadari betapa besar peluang untuk belajar di luar negeri di Afrika Selatan.