Fakta Pendidikan Dari 10 Negara

Fakta Pendidikan Dari 10 Negara – Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Selain itu, pendidikan memegang peranan utama bagi kemajuan dan perkembangan dari sebuah bangsa. Sistem pendidikan yang baik semenjak usia dini membuka jalan bagi setiap negara di dunia untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas. Namun, tidak hanya sistem pendidikannya saja yang harus baik melainkan kualitas guru serta dukungan pemerintah juga harus seimbang.

Pemerintah Indonesia melalui beragam program sudah berusaha mendorong kemajuan pendidikan. Seperti yang disampaikan oleh Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia, di acara Learning Innovation Summit 2018 lalu. Berdasarkan data yang ada tercatat sebanyak 75,6 juta dari 257 juta jiwa penduduk Indonesia berada di bangku sekolah (PAUD-SMA) dan 3,1 juta guru yang harus didorong agar mumpuni. Anggaran yang disiapkan oleh pemerintah untuk pendidikan juga tidak sedikit, yaitu mencapai angka Rp440 triliun. poker asia

Selain fakta mengenai pendidikan yang ada di Indonesia tadi, ternyata negara lain di dunia juga mempunyai fakta pendidikan serta sistem dan pola pendidikan yang berbeda-beda. Penting bagi kita untuk mengetahui beberapa fakta pendidikan di negara lain agar kita dapat belajar dan terus termotivasi untuk belajar lebih giat. Nah, mau tau apa saja? Yuk, simak berikut ini.

Fakta Pendidikan Dari 10 Negara

1. Finlandia

Tak lengkap jika membicarakan mengenai fakta pendidikan di dunia tanpa menyebut Finlandia. Finlandia ialah suatu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia yang mendapatkan penghargaan dari World Economy Forum. Keberhasilan pendidikan di Finlandia ini didukung oleh tenaga pengajar yang minimal lulusan Magister (S2) dan mendapatkan rekomendasi dari pihak Universitas untuk mengajar di sekolah tersebut.

Di negara ini, umur minimal anak yang bisa mendapatkan pendidikan dari sekolah adalah 7 tahun. Menurut mereka, otak anak-anak di bawah umur tersebut belum mampu menerima beban yang diberikan di sekolah. Selain itu, jumlah siswa dalam satu kelas juga dibatasi hanya 16 siswa saja. Selama menempuh pendidikan enam tahun, siswa juga tidak sekalipun diberikan pekerjaan rumah agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk bermain.

2. Korea Selatan

Jika kamu suka menonton drama Korea dengan latar cerita kehidupan sekolah? Ternyata, kehidupan sekolah yang ada di Korea tidak seindah yang ada di drama, lho. Bayangkan saja, bagi siswa yang ada di jenjang SD dan SMP, waktu belajar dimulai pukul 7 pagi hingga 4.30 sore. Sedangkan SMA, memulai pada pukul 8 pagi hingga 10 malam. Hal ini dilakukan agar para siswa belajar ekstra keras untuk lolos ke perguruan tinggi. Persaingan yang ketat, membuat banyak calon mahasiswa di Korea sampai mengalami stres dan bunuh diri.

Korea mempunyai lima mata pelajaran utama, yaitu Matematika, Sains, bahasa Korea, Studi Sosial, dan bahasa Inggris. Mereka jarang diajarkan mengenai pemahaman agama. Inilah yang menyebabkan angka bunuh diri akibat tekanan di Korea sangat tinggi. Posisi guru yang ada di Korea juga dianggap seperti “Tuhan” dan sangat dihormati. Bahkan, sudah termasuk hal yang normal jika guru melakukan kekerasan fisik guna mendisiplinkan siswanya.

3. Bangladesh

Ternyata tidak hanya Indonesia saja yang selalu langganan banjir, Bangladesh juga sering dilanda banjir setidaknya dua kali dalam setahun. Selain membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, banjir juga membuat anak-anak susah untuk bersekolah. Untuk menanggulangi masalah tersebut, organisasi Shidulai Swanirvar Sangstha membuat sekolah terapung.

Saat ini sudah ada setidaknya 100 sekolah terapung dalam bentuk kapal yang lengkap dengan berbagai fasilitas, seperti laptop, askses internet dan perpustakaan. Kamu pasti heran ‘kan dari mana listriknya berasal? Mereka ternyata menggunakan tenaga surya, lho. Hingga sekarang, sekolah terapung di Bangladesh ini sudah memiliki ribuan murid.

4. Jepang

Masyarakat Jepang sudah terkenal di dunia akan kecerdasan, kesopanan, serta etos kerjanya yang baik. Keunggulan tersebut dapat tercipta tidak lain karena sistem pendidikan Jepang yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Berbeda dengan Indonesia, di Jepang para siswa tidak akan memperoleh ujian apapun hingga mereka mencapai kelas 4 (berusia 10 tahun). Mereka meyakini bahwa tujuan tiga tahun pertama sekolah bukanlah untuk menghakimi pengetahuan atau belajar anak, melainkan mereka fokus pada pembelajaran sopan santun dan karakter diri.

Di akhir SMA, para siswa Jepang harus mengambil ujian yang sangat penting dalam menentukan masa depan mereka. Siswa dapat memiliki salah satu perguruan tinggi yang mereka inginkan, tentunya dengan persyaratan skor tertentu. Jika siswa tidak mencapai skor tersebut mungkin mereka tidak akan masuk ke perguruan tinggi. Persaingan untuk masuk universitas di Jepang sangat tinggi dan hanya 76% yang melanjutkan pendidikan setelah SMA.

5. Korea Utara

Meskipun sangat tertutup dan misterius, ternyata pemerintah Korea Utara sangat memerhatikan pendidikan penduduknya, lho. Faktanya, persentasi melek huruf di Korea Utara saja mencapai angka 99%. Pendidikan di negara ini memang dikendalikan oleh pemerintah, hal ini membuat anak-anak di sana tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Tidak hanya mendapatkan fasilitas saja, para siswa juga mendapatkan seragam dan buku panduan secara gratis.

Para murid di Korea Utara diwajibkan untuk mempelajari biografi tokoh-tokoh penting dalam dunia politik dan juga bahasa Rusia. Pemerintah Korea Utara hanya mewajibkan warganya bersekolah hingga sekolah menengah pertama saja atau selama 11 tahun, dengan melewati satu tahun pra jenjang sekolah (4 tahun pendidikan dasar dan 6 tahun pendidikan menengah).

Bagaimana, apakah ada fakta yang membuatmu kaget atau bahkan sudah kamu ketahui sebelumnya? Setiap kebijakan mengenai pendidikan dari suatu negara tentunya sudah dipertimbangkan dengan sangat baik demi kemajuan masyarakatnya.

6. Singapura

Singapura dikenal sangat fokus dalam mengembangkan pendidikan dasarnya yang kuat dan maju.

Tak heran apabila Universitas Terbaik Asia berada di Singapura.

7. Hongkong

Manajemen pendidikan yang ada di negara Hongkong mengadopsi model pendidikan UK. Hal inilah yang kabarnya menjadikan negara Hongkong sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan yang terbaik di dunia.

Fakta Pendidikan Dari 10 Negara 1

Jumlah anggaran pendidikan yang tinggi, ditambah dengan kurikulum mulai pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang sangat berbasis pada fakta dan dunia kerja tentu semakin mendukung berkembangnya pendidikan di negara tersebut. Alasan lain ialah tentu terkait dengan tingginya angka orang yang melek huruf yang mencapai 94,6%.

8. Inggris

Diantara negara yang dianggap berhasil mencetak output yang unggul adalah negara Inggris. Penyelenggaraan sistem pendidikan dasar yang ada di Inggris lebih menekankan pada praktek daripada teori.

Sekolah dasar di negara tersebut diperuntukkan untuk anak usia 5 sampai 10 tahun dan berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih 6 tahun.

9. Canada

Kalender pendidikan di Kanada bervariasi antara 180-190 hari. Kebijakan tersebut memberikan hasil yang mengesankan dengan kualitas lulusan terutama perguruan tinggi yang sangat produktif dan kompetitif.

Selain itu, fokus pemerintah dalam dunia pendidikan anak usia dini juga turut dalam membantu majunya pendidikan di negara ini.

10. Belanda

Untuk mencapai pendidikan yang baik, Pemerintah Belanda melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan (Menteri Marja van Bijsterveldt) mewajibkan guru-guru yang mengajar di taman kanak-kanak sampai sekolah lanjutan atas supaya berijazah universitas. Memang tak dipungkiri, untuk mencapai sistem yang baik diperlukan dana yang sangat besar.

Negara Belanda selain memberikan tunjangan pada bayi sejak lahir dan anak yang tinggal di Belanda, juga memberikan tunjangan pendidikan kepada murid-murid (sekolah khusus, umum, kejuruan) dan mahasiswa.

Yang Terjadi Jika Sistem Pendidikan Nomor Satu di Dunia Diterapkan di Indonesia

Yang Terjadi Jika Sistem Pendidikan Nomor Satu di Dunia Diterapkan di Indonesia – Tahukah Anda pengertian pendidikan? Pengertian pendidikan bisa ditelusuri dengan pengetahuan dan sebaliknya pengertian pendidikan juga dapat ditelusuri melalui pengetahuan umum.

Sebab bagaimanapun pendidikan mempunyai kaitan yang kuat terhadap pengetahuan. Kemudian perlu diketahui bahwa pengetahuan merupakan jalur alternatif yang sangat dibutuhkan orang banyak. Bahkan menjadi motivasi terbesar dalam menjalani proses pendidikan. idnpoker

Akan tetapi disini apa saja sih yang mendukung pengertian pendidikan itu terhadap pengetahuan?  Kemudian bagaimana kaitan pendidikan terhadap ilmu pengetahuan? Berikut ini adalah beberapa pengertian pendidikan secara merata, yang dapat memudahkan pemahaman dalam mengetahui tentang pendidikan.

Yang Terjadi Jika Sistem Pendidikan Nomor Satu di Dunia Diterapkan di Indonesia

Pengertian Pendidikan Secara Umum

Pengertian pendidikan yaitu suatu proses pembelajaran pengetahuan, kemampuan serta keterampilan yang dilihat dari kebiasaan setiap orang, yang menjadi bahan warisan dari orang sebelumnya hingga sekarang.

Disini dijelaskan bahwa pengertian pendidikan sangat diperlukan dalam penunjang pengetahuan serta penelitian ataupun pelatihan.

Ada yang mengatakan bahwa pendidikan ialah suatu usaha sadar dengan cara yang sistematis dan dinamis. Hal ini sebagai tujuan mewujudkan pembelajaran serta meningkatkan potensi dari setiap peserta didik.

Pengertian Pendidikan Secara Terminologi

Menurut kamus besar bahasa indonesia pengertian pendidikan adalah sebuah proses ataupun tahapan dalam pengubahan sikap serta etika maupun tata laku seseorang atau kelompok dalam orang untuk meningkatkan pola pikir manusia melalui pengajaran dan pelatihan serta perbuatan yang mendidik.

Hal tersebut berkaitan dengan tujuan dari pendidikan bahwa arti pendidikan bukan hanya sebagai proses ataupun sistem transfer knowledge saja akan tetapi pendidikan juga sebagai proses pengubahan etika, norma ataupun akhlak dari setiap peserta didik.

Pengertian Pendidikan Menurut Undang-Undang Dasar

Pada Undang-Undang Dasar yang tertera pada No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional mengemukakan bahwa, pengertian pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa dapat menjadi aktif dalam mengembangkan pola pikir dirinya untuk mempunyai kekuatan nilai religius, mengontrol diri, jati diri, etika, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Maksudnya ialah suatu kesadaran manusia dalam dalam berusaha untuk mewujudkan sistematis pembelajaran yang aktif dan efisien. Kemudian pendidikan juga sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, menggali potensi diri, dan mengetahui jati diri serta membekali diri dalam hidup bermasyarakat.

Pelajar di Indonesia pastinya sangat akrab dengan yang namanya PR atau pekerjaan rumah, peringkat kelas dan Ujian. Ya, ketiga hal tersebut merupakan bagian dari kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia. Menariknya, tiga hal tersebut tidak pernah ada di Finlandia. Dan lihat apa jadinya, negara Finlandia ini menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Coba bandingkan dengan Indonesia.

Jadi kenapa tidak mencontoh Finlandia saja? Kita terapkan semua kurikulum di Finlandia pada negara kita. Mungkin semua anak didik yang ada di Indonesia akan memiliki nilai di atas rata-rata. Pastinya tidak akan semudah membalikkan telapak tangan, bakal ada plus dan minus dari perubahan sistem pendidikan yang mendadak itu. Dan berikut ini adalah beberapa hal yang akan terjadi jika kita langsung menerapkan pola pendidikan nomor satu di dunia itu pada pendidikan Indonesia:

1. Semua penduduk lulusan sarjana

Kurang lebih seperti itulah yang terjadi, pasalnya semua biaya sekolah tanggung oleh pemerintah. Selain itu, sudah tidak ada lagi namanya sekolah berlabel swasta, sebab semua sekolah akan dikelola oleh negeri. Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, semua anak tidak terkecuali dapat merasakan rasanya masuk di perguruan tinggi. Jadi tidak ada lagi para pengamen kecil atau anak-anak jalanan.

Hal ini juga mengurangi adanya eksploitasi anak yang marak terjadi di Indonesia. Semua anak yang lulus akan memperoleh gelar sarjana, tapi tergantung sih pasalnya juga ada sekolah khusus kejuruan bagi mereka yang tidak berminat untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi.

2. Tidak adanya peringkat, membuat efek yang berbeda

Dihapusnya sistem peringkat dapat membuat para siswa tambah rajin atau malah sebaliknya. Masalahnya, sistem peringkat ini telah lama digunakan oleh Indonesia sejak zaman dulu, takutnya jika sistem ini dihilangkan maka akan terjadi shock pada para siswa. Untuk mendapatkan peringkat tertinggi, siswa menjadi terpacu dan terus belajar ada bersaing dalam 10 besar. Tapi bila diubah begitu saja, anak yang pintar menjadi malas dalam belajar karena kehilangan motivasi diri.

Akan tetapi hal tersebut bisa saja diantisipasi jika digunakan perubahan yang bertahap. Bagi anak yang sering mendapat peringkat rendah atau sering tidak naik kelas, ini merupakan hal bagus. Pasalnya mereka bisa tenang karena tidak akan lagi mendapat marah dari orang tua serta rasa malu akibat nilai mereka yang buruk. Selain itu, hal tersebut membuat para siswa jadi lebih kreatif. Pasalnya tidak ada nilai khusus yang harus mereka capai sehingga mereka dapat berkembang dengan cepat. Itulah hal baik dan buruk yang bisa saja terjadi.

3. Karena tanpa ujian, banyak yang bolos tapi standar kualitas meningkat

Meskipun ada ujian yang bertujuan untuk memotivasi anak agar belajar saja masih banyak yang berani bolos, bagaimana kalau tidak ada ujian. Pastinya akan lebih banyak lagi siswa yang berani untuk melakukannya. Siswa akan merasa sangat bebas karena tidak ada lagi keterikatan mereka harus lulus dalam nilai tertentu. Mungkin kita akan melihat banyak warnet akan penuh di jam-jam sekolah dan banyak siswa akan mengambil jatah liburnya. Akan tetapi di sisi lain, kualitas pelajarnya akan meningkat pesat. Karena setiap guru memberikan perlakuan berbeda pada masing-masing murid. Alhasil murid akan dapat mengembangkan bakat yang ia miliki.

Tidak ada lagi namanya salah jurusan yang ada di Indonesia dan jelas kualitas SDM-nya akan sangat tinggi. Pelajar lulusan Indonesia akan menjadi percontohan bagi negara-negara sekitar seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Dan mungkin akan banyak orang luar negeri yang menyekolahkan anaknya di Indonesia.

Yang Terjadi Jika Sistem Pendidikan Nomor Satu di Dunia Diterapkan di Indonesia 1

4. Kesejahteraan guru meningkat dan menjadi profesi favorit

Pastinya untuk menerapkan seperti kurikulum di Finlandia, kualitas guru juga harus ditingkatkan. Minimal pendidikan minimal untuk menjadi seorang guru adalah S2. Dengan begitu, semua lulusan di Indonesia akan memiliki kualitas yang terjamin. Bukan hanya itu, bayaran seorang guru tidak akan lagi seperti sekarang.

Profesi guru akan sepadan dengan pekerja-pekerja bergengsi seperti dokter dan tentara. Dan pastinya bayarannya bukan sembarangan seperti sekarang. Bukan suatu yang mustahil jika para siswa kelak banyak memiliki cita-cita menjadi seorang pengajar.

Meskipun ingin meniru sistem pendidikan nomor satu di dunia, tapi  butuh proses yang lama dalam implementasiannya. Masalahnya sistem di Indonesia pendidikannya sudah mengakar, bukan berarti tidak bisa diubah, hanya butuh waktu agar berjalan lancar. Apapun caranya, kita cuma ingin yang terbaik bagi para pelajar Indonesia.

Negara Dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia

Negara Dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia – Menurut Ki Hajar Dewantara, pengertian pendidikan ialah suatu proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Sedangkan Menurut Martinus Jan Langeveld, pengertian pendidikan ialah sebuah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan adalah merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan. idn poker

Ada tiga jenis pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu Pendidikan Formal, Pendidikan Non Formal, dan Pendidikan Informal, berikut adalah penjelasan dari tiga jenis pendidikan yang ada di Indonesia, yaitu:

Negara Dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia

1. Pendidikan Formal

Pendidikan formal ialah jenis pendidikan yang terstruktur dan mempunyai jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD), pendidikan menengah (SMP), pendidikan atas (SMA), dan pendidikan tinggi (Universitas).

Berikut ini adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal, yaitu:

– Taman Kanak-kanak (TK)

– Raudatul Athfal (RA)

– Sekolah Dasar (SD)

– Madrasah Ibtidaiyah (MI)

– Sekolah Menengah Pertama (SMP)

– Madrasah Tsanawiyah (MTs)

– Sekolah Menengah Atas (SMA)

– Madrasah Aliyah (MA)

– Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

– Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

– Perguruan Tinggi

– Akademi

– Politeknik

– Sekolah Tinggi

– Institut

– Universitas

2. Pendidikan Non Formal

Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur. Jenis pendidikan non formal ini dapat disetarakan dengan hasil program pendidikan formal melalui proses penilaian dari pihak yang berwenang.

Berikut ini ialah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan non formal, yaitu:

– Kelompok bermain (KB)

– Taman penitipan anak (TPA)

– Lembaga kursus

– Sanggar

– Lembaga pelatihan

– Kelompok belajar

– Pusat kegiatan belajar masyarakat

– Majelis taklim

3. Pendidikan Informal

Pendidikan informal ialah jenis pendidikan yang berasal dari keluarga dan lingkungan dimana peserta didik nya dapat belajar secara mandiri.

Berikut ini adalah beberapa pelajaran yang termasuk di dalam pendidikan informal adalah;

– Agama

– Budi pekerti

– Etika

– Sopan santun

– Moral

– Sosialisasi

Pendidikan di sekolah menjadi salah satu cakrawala pembuka wawasan bagi manusia yang ada di bumi. Matangnya sistem pendidikan dapat mengantarkan anak didik menjadi manusia yang beradap.

Dengan manusia-manusia yang berpendidikan dapat mengantarkan suatu negara dalam mengalami kemajuan dan perkembangan.

Pendidikan menjadi penting.

Akan tetapi sayangnya tidak semua sistem pendidikan di dunia ini baik dan merata. Terdapat ketimpangan-ketimpangan yang membuat anak didik berkembang tidak sesuai usianya.

Berikut ini adalah 10 negara dengan sistem pendidikan terburuk di dunia. Berikut adalah negara-negara nya:

1. Burkina Faso

Anak-anak yang tinggal di negara ini tidak seberuntung orang lain yang dibesarkan di negara maju dengan sistem pendidikan tinggi.

Mereka jarang memilih untuk melanjutkan pendidikan.

Sebagian besar waktu mereka hanya mencapai kelas 6 atau 7 dan kemudian berhenti.  Itu sangat menyedihkan tapi benar.

Lebih memilukan lagi, terdapat hanya kurang dari 50% orang dewasa di negara ini yang melek huruf. Sedangkan sisanya tidak bisa membaca dan menulis.

Untungnya, pemerintah berusaha mengatasi masalah ini dengan membuat beberapa godaan untuk menciptakan perubahan dan membuat perbaikan di sektor pendidikan.

2. Afrika Tengah

Pemerintah Republik Afrika Tengah adalah satu-satunya yang disalahkan atas sistem pendidikan yang buruk.

Pemerintah mengambil seluruh tanggung jawab karena tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk sistem pendidikan.

Sekolah sedang ditutup selamanya, siswa tidak memiliki bahan dasar seperti buku, dan guru tidak dibayar untuk usaha mereka.

Karena itu, para guru berhenti melakukan pekerjaan mereka dan para siswa berhenti hadir.

3. Sierra Leone

Ini lagi salah satu negara dengan sistem pendidikan terburuk.

Tidak heran mengapa negara-negara ini tidak berkembang dan tidak kuat.

Pendidikan adalah kunci keberhasilan dan kekuatan. Sierra Leone mengetahui peningkatan luar biasa dalam tingkat buta huruf. Ini karena putus sekolah menengah.

Anak-anak di negara ini menghabiskan tidak lebih dari tiga tahun di sekolah.  Karena, setengah dari mereka akhirnya putus sekolah.

4. Burma

Burma jelas tidak lebih baik dari negara-negara di daftar ini.

Memiliki banyak masalah, diantaranya adalah pendidikan.

Anak-anak di Burma jarang pergi ke sekolah. Karena, orang tua mereka hampir tidak mampu mencari nafkah dan tidak dapat memenuhi biaya pendaftaran yang dikenakan pemerintah.

Karena itu, kemiskinan adalah salah satu hambatan terbesar.

Sedihnya, banyak anak akhirnya putus sekolah di kelas 5 dan kadang bahkan sebelumnya.

5. Mali

Alasan yang paling utama di balik sistem pendidikan yang buruk di negara ini ialah kenyataan bahwa para guru tidak terlatih dan tidak berkualitas.

Masalah ini dibahas dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah juga berusaha melakukan perbaikan untuk memperbaiki seluruh situasi. Kabar baiknya adalah bahwa pendaftaran sekolah dasar terus meningkat.

Negara Dengan Sistem Pendidikan Terburuk di Dunia 1

6. Chad

Chad tampaknya lagi memiliki masalah yang sama dengan Mali.

Di Chad memiliki rasio siswa-guru yang tinggi serta kurangnya instruktur yang terlatih dan berkualitas.

Fakta lain, krisis pengungsi telah meninggalkan Chad dengan kurangnya sumber daya untuk mengatasi masalah sistem pendidikan.

Sekitar separuh siswa di sekolah Chad putus sekolah. Bahkan sebelum mencapai kelas 4.  Benar-benar menyedihkan.

7. Niger

Niger dikenal karena tingkat buta aksara dan kemiskinan yang sangat tinggi.

Anak-anak di negara ini jarang bisa menghabiskan dua tahun di sekolah. Sebagian besar waktunya pergi sebelum itu.

Orang-orang di Niger ada dua jenis. Yaitu mereka yang terlalu miskin untuk menanggung biaya tinggi dari perlengkapan sekolah dan bahan-bahan.

Karenanya, mereka tidak pernah berhasil dan mengirim anak-anak mereka ke sekolah.

Mereka yang berjuang untuk membayar biaya tertinggi. Akhirnya menjadi miskin dan rusak.

8. Guinea

Guinea adalah salah satu negara yang membuat sangat sulit bagi anak-anaknya untuk menerima pendidikan.

Negara menagih orang tua dengan biaya sekolah sangat tinggi. Karenanya, tidak semua dari mereka mampu karena ketidaksetaraan pendapatan. Karena itu, anak-anak di sekolah akhirnya putus sekolah pada usia dini.

9. Djibouti

Kurangnya bahan sekolah dasar dan penting seperti buku serta kekurangan guru adalah dua faktor utama yang membuat sistem pendidikan negara ini menjadi lemah.

Di negara Afrika Timur ini, siswa tampaknya tidak pernah berhasil sampai akhir. Karena, mayoritas akan putus dalam waktu 4 atau 5 tahun.

10. Eritea

Hambatan utama Eritrea adalah kekurangan guru.

Selama masalah ini tidak terpecahkan, angka putus sekolah akan terus meningkat dan tingkat buta huruf juga.

Kurangnya instruktur terlatih berarti ruang kelas tanpa guru.

Sebagai akibatnya siswa berhenti di usia yang sangat muda. Bahkan sebelum mencapai 10 tahun.